Senin, 13 Januari 2014

Benarkah Petir adalah Teriakan Malaikat ?

Posted by Unknown 20.49, under ,,, | 1 comment


 

“Dan guruh bertasbih memuji Allah, dan para malaikat (bertasbih) karena takut kepadaNya. Allah mengirim petir lalu menimpakannya kepada siapa yang dikehendakiNya, sedang mereka membantah tentang Allah, dan Dialah yang sangat keras siksaNya.”

Al-Baidawi berkata, “Ibnu Abbas melaporkan bahwa sang Nabi ditanyai mengenai petir. Jawabnya, ‘Itu adalah malaikat yang diberi kuasa terhadap awan. Dia telah melilitkan balutan api yang sekalian mengendarai awan dan para malaikat, dengan rasa gentar terhadap Allah.’ Pendapat lain berkata bahwa kata depan ‘Nya’ di ayat itu mengacu pada petir itu sendiri.”

Al-Tirmidhi mengutip Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa “Orang-orang Yahudi datang pada Muhammad dan berkata, ‘Ceritakan pada kami tentang petir. Apakah itu?” Ia menjawab: ‘Salah satu malaikat yang diwenangkan kepada awan. Dia melilitkan balutan api berkendaraan awan sesuai dengan kehendak Allah.’ Mereka bertanya, ‘Suara yang terdengar itu sesungguhnya apa?’ Dia berkata, ‘Itu adalah tegurannya kepada awan, dimana mereka harus berhenti ketika diperintahkan bagi mereka.’ Kata mereka, ‘Kau telah mengatakan kebenaran!’”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, ”Dalam hadits marfu’ (sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen) pada riwayat At Tirmidzi dan selainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang ar ro’du, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ مَعَهُ مخاريق مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ

”Ar ro’du [SUARA PETIR] adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.”[HR. Tirmidzi no. 3117. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

Dari ‘Ikrimah mengatakan bahwasanya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tatkala mendengar suara petir, beliau mengucapkan,

سُبْحَانَ الَّذِي سَبَّحَتْ لَهُ

”Subhanalladzi sabbahat lahu” (Maha suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya). Lalu beliau mengatakan, ”Sesungguhnya petir adalah malaikat yang meneriaki (membentak) untuk mengatur hujan sebagaimana pengembala ternak membentak hewannya.”[Lihat Adabul Mufrod no. 722, dihasankan oleh Syaikh Al Albani.]

Apabila ’Abdullah bin Az Zubair mendengar petir, dia menghentikan pembicaraan, kemudian mengucapkan,

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

“Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih” (Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya). Kemudian beliau mengatakan,

إِنَّ هَذَا لَوَعِيْدٌ شَدِيْدٌ لِأَهْلِ الأَرْضِ

”Inilah ancaman yang sangat keras untuk penduduk suatu negeri”.[Lihat Adabul Mufrod no. 723, dishohihkan oleh Syaikh Al Albani]


JADI MENURUT MUHAMAD "PETIR ADALAH MALAIKAT BERTERIAK YANG SEDANG MENGANCAM PENDUDUK SUATU NEGERI" DAN PERGERAKAN AWAN ADALAH DISEBABKAN OLEH CAMBUKAN MALAIKAT.
Kita bertanya: Mengherankan. Mengapa Qur’an menyebut petir itu seorang malaikat sementara orang-orang primitif dikala itu menganggapnya sebagai dewa? [Keduanya konyol! Yang satu dongeng, yang lain mitos]. Pada kenyataannya itu adalah kekuatan arus listrik yang ditimbulkan oleh hubungan ion positif dan negatif yang ada pada awan.

1 komentar:

Blognya keren sob,, hehe

Posting Komentar

Blog Archive

Blog Archive